Skip to content

Once Upon A Time

October 6, 2014
once upon time

image klik here

Bercerita. Apakah kita sudah memulainya?.

Memulai dongeng pada sang bayi sangat-sangat bermanfaat untuk daya ingat dan melatih imajinasi anak.

Ketika kita mencoba bercerita ia akan mulai terdiam.

Jika masih disibukkan dengan hal lain sesekali ia memperhatikan gerak bibir kita yang sedang asik membacakan dongeng atau bercerita lain. 

Menceritakan sebuah kisah berkali-kali akan berpengaruh pada pola pikir anak yang imajenatif. Dimana anak bisa memperaktekkannya bahkan menceritakan kembali cerita-cerita lalu saat bersama orang-orang terdekat.

Ketika ia akan tidur misalnya, ia akan berkhayal tentang sebuah bagian cerita atau kejadian sebelumnya. 100% memang kita berusaha menebaknya sedang apakah dia?.

Ternyata ia berusaha mempraktekkan. Fantastis. Memang masa-masa inilah yang benar-benar harus dimanfaatkan oleh orang tua untuk membangun cara berfikir.

Tapi jangan dipaksakan ya apalagi sudah jika kita harus dimulai dengan berhitung, membaca, menulis rasanya rasanya terlalu dini untuk memulai hal-hal tersebut.

Sebab saat mulai bersekolah nanti ia akan bertemu dengan membaca, menulis dan berhitung juga dikhawatiran anak akan bosan. Sementara mendengarkan dongeng tidak akan di jumpai saat mulai sekolah lebih tinggi.

Saat belum mulai dengan pelajaran di sekolah lah kita banyak-banyak bercerita tentang apapun agar gumpalan imajinasinya mampu berkelana dan bekerja dengan baik.

Saat mereka telah bisa membaca sebuah cerita dalam buku maka ia akan mudah berkhayal dalam sebuah kata dalam cerita.

Tak jarang banyak orang-orang dari sebuah cerita sukses menjadi seorang penulis, komikus, bahkan penulis naskah sekali pun lengkap dengan karakter tokoh-tokoh dalam khayalannya.

Sebagai contoh J.R.R. Tolkien meski profesinya sebagai dosen ia tetap melampyaskannya dalam  sebuah coretan-coretan untuk dinikmati sendiri. Hingga akhirnya kisah-kisah dongengnya diterbitkan dan di jadikan film.

Mungkin secara tidak langsung kita mengalami hal ini. Kita mampu menulis dan menceritakan apa yang terpendam di kepala. Mulai dari sekarang berceritalah. Meski bosan kita akan selalu mengingat kisah-kisah yang pernah di ceritakan oleh orang tua kita. Sekarang giliran kita.

Baca juga:

mendonggeng bisa mempengaruh iprestasi anak

dunia anak dunia bermain

nina bobok

From → Anak, Perkembangan

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Apa Kesukaannya? | olalababies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: