Skip to content

Baby Blues Disaat Menyapih

August 25, 2014

Proses menyapih itu bikin grogi, dan akhirny merasakan baby blues yang terlambat karna menyapih huhuuuahaaaa….

A photo posted by Ariyanti Sutrisno (@webariys) on

Perasaan dan batin berasa terombang ambing saat mulai mencoba menyapih si kecil. Perasaan tak karuan mulai muncul dalam diri, keraguan mulai muncul saat malam tiba.

Ketika si kecil terbiasa dengan ASI-nya ia akan santai meminta dan mencari payudara kita, menyusu sambil tidur sudah menjadi hal biasa baginya.

Namun ketika kita mencoba memberhentikannya di usia Dua tahun bahkan lebih secara perlahan ia akan meraung layaknya anak macan mencoba terus menggapai payudara induknya, mencari untuk menghilangkan rasa dahaga di malam hari.

Memberi pengertian dengan alasan bahwa susu ibu terasa pedas mungkin ia tak kan percaya sebelum mencobanya. Memberikan minyak kayu putih di sekitar aerola si kecil akan berkomentar “pedas”, “ndes” atau bahasa yang telah kita pahami lainnya setelahnya ia akan menyingkrih dan meminta minum.

Kemudian dia  tertidur kembali. Rupanya memang ASI  candu bagi balita sehingga selang satu jam ia merem ia kan menangis kembali untuk meminta susu ibu.

Di sini kita ekstra kerja keras bun mencoba mengalihkan dengan sesuatu terkadang membuatnya tidak ngepek, si kecil tetap meminta meski yang di maksud tak terucap. Satu sampai tiga hari pertahanan akan jebol bila mendengar si kecil terus menangis di tambah tidurnya berkurang karena faktor bangus nagis bangun nangis.

Di hari keempat-ketujuh mungkin kita akan mengalami baby blues parah saat mendengar si kecil mulai bergerak dari tidurnya, menangis dan memohon untuk segera disusui. Karena super ngatuknya kita dan lelahnya pikiran membuat batin menjerit ingin meronta dan berteriak melebihi baby blues ketika ia masih jabang bayi.

Satu sisi jika tak dibiasakan maka proses menyapih akan gagal namun bila tidak harus tahan mendengar tangisan sampai renggekkannya. Byung…byunggg menyapih kok ya lebih-lebih menyusui super stress, super gak karuan rasane ati, baby luesnya nemen tenan.

Memenuhi kebutuhan makannya si kecil mungkin tak ada masalah di siang hari namun ketika malam itu yang memang masing-masing ibu memiliki cerita berbeda ada yang mudah hingga sulitnya ampun-ampun.

Jika sudah begini mungkin diantara kita ada yang berhasil bahkan gagal sekalipun. Mencoba cara lain akan memulainya dari awal kembali.

Bagaimana pun proses menyapih harus dijalani antara ibu dan anak sama halnya ketika menyusuinya. Bukan hanya sekedar mandiri tapi kita bisa mengajarkan kebiasaan diri.

Seberat apapun menyapih harus dijalani dengan kesabaran meski hati kita terasa sedih dan terus meronta. Huuuuuuaaaaaa……sedih ngeliat anak kita nangis terus.

From → Ibu, Menyusui

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: