Skip to content

Menyapih Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

August 15, 2014

Enam bulan pertama kelahirannya kita memiliki kewajiban untuk menyusui karena tidak ada makanan sesehat apapun selain ASI. Keluar dari zona eksklusif di usia 6-12 masih bergeming dengan ASI plus makanan pendampinya dengan tekstur cair. Hal ini terus bertahap hingga dua tahun sampai pengkonsumsian ASI 40%. 

Nah setelah melewati fase dua tahun inilah saatnya kita mesti lebih berjuang melepaskan si kecil dari ikatan menyusui alias menyapih. Sulit memang jika di paksa, sulit pula jika kita tak segera melepaskannya. Di sini kita mesti memiliki beribu macam trik aga si kecil mulai mau lepas dari payudara ibu secara total.

Jika dipaksa pastinya ia akan terus meraung-raung berkepanjangan. Menceritakan bahwa ia sudah tak boleh menyusui dengan alasan apapun terkadang hanya di dengarkan saja. Menakut-nakuti bahwa payudara kita ada sesuatu yang menjijikkan dianggap tidak baik karena ia akan penasaran dan kembali kepangkuan ibu dan melanjutkan aktivitas sama. Lalu?

Mencoba memberikan botol berisikan susu pengganti saat ia akan tidur mungkin ide yang baik. Tapi kita butuh peranan Ayah di sini untuk mendampingi si kecil mengawali tidurnya. Sambil menyusu botol sang Ayah bisa menceritakan dongeng dan mengusap-usap punggung dan kepalanya.

Itu salah satu cara. Cara kedua di siang hari kita tetap mengajaknya bermain setelahnya bisa menggunakan cara pertama untuk menidurkannya tanpa batuan sang Ayah. Sekarang giliran kita, apakah akan berhasil?

Woh..wohh…jangankan tidur wong melihat kita lagi duduk manis saja si kecil mulai bergelendot sambil menarik-narik bagian leher baju dan merengek minta di susui apalagi sambil tiduran. Menghiburnya dia awal renggekkannya untung-untungan akan mempan selebihnya makin kencang hingga berteriak-teriak minta disusui.

Mengalah. Hal jitu akan membuat ia tertawa atas kemenangannya dan menyusui kembali. Memberikan jamu di daerah aerola agar terasa pahit di mulut bayi pernah untuk mencobanya. Hasilnya hanya sesaat ia mencoba kembali mencari apa yang ia inginkan. Kita belum berhasil.

Hmm….ternyata menyapih itu lebih sulit dari pada menyusui. Kita harus mencobanya kembali agar si kecil bisa mandiri dan terbiasa dengan minum susu botol atau susu dalam gelas.

Mencoba menyapihnya dengan cinta dan kesabaran mungkin cara yang terbaik buat kita bagaimanapun caranya kita akan terus mencobanya.

Mengelus kepalanya saat akan tidur sambil membacakan dongeng tanpa harus menyusui, itu yang kita harapkan. Selamat berjuang.

Baca juga:

From → Ibu, Menyusui

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: