Skip to content

Duel Antara Diare Dan Panas

August 13, 2014

IMG01453-20140308-1436

Semasa jabang bayinya hingga usianya mencapai dua tahun dua bulan si kecil mengkonsumsi ASI, hal ini memang atas niat pribadi agar nantinya memiliki kekebalan tubuh yang tangguh.

Dan hasilnya memang terbukti sampai detik ini penyakit yang pernah singgah pada dirinya hanya batuk pilek, batuk pilek dan batu pilek saja pernah dua kali mengalami diare saat usia mencapai satu tahun delapan bulan.

Masa dimana memang dia telah kuat untuk menerima penyakit yang cukup membuat saya masuk angin karena selalu mondar mandir ke kamar mandi. Tapi semua telah dilewatinya dengan lega.

Suatu malam ia pernah menderita demam tinggi hingga 40° celcius akibat diare yang dideritanya Ayahnya terus mengkompresnya sedangkan saya terus memberikan ASI sementara si kecil sesekali meminta minum air putih.

Alhamdulillah ia memang tidak betah dengan penyakitnya hingga ia terus meminta minum. Khawatir dengan ketinggian panasnya bisa menimbulkan step saya terus memberikan ASI, minum air putih dan kompres kami terus bekerja sama agar si kecil tidak step.

Proses tersebut berlangsung menjelang pagi, saat ia mulai menangis ia berkeringat saat tidur suhu tubuhnya naik kembali. Karena yakin panas bisa diselesaikan dengan penyembuhan kompres dan penambahan cairan tubuh.

Sedangkan diare yang dialaminya kami berikan teh tubruk (menggunakan teh kasar/daun teh) berangsur membaik. Bila pilek cukup dengan jeruk peras hangat, saya bukan seorang dokter atau ahli kesehatan apapun namun saya yakin pengobatan alami jauh lebih baik dibandingkan dengan obat-obataan yang konon menurut penelitian dalam proses pembuatannya menggunakan bahan-bahan kimiawi buatan.

Selama masih bisa diobati dengan cara yang alami si kecil tidak akan bergantung dengan obat. Panas dan diare bahkan batuk merupakan sakit sepele namun penanggulangannya juga harus cepat dan tepat. Cepat saya tidak lanjuti dan tepat menggunakan bahan yang alami.

Di usianya yang kedua ia mulai tangguh dengan flu dan pilek karena mudah diusir dengan makanan dan minuman buatan orang tuanya sendiri.

From → Bayi, Kesehatan

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: