Skip to content

Gumoh & Muntah

June 17, 2014

giginy nongol

Gumoh dan muntah merupakan hal yang sering terjadi pada bayi dan balita keduanya memiliki arti yang sama yakni sesuatu yang keluar dari mulut bayi namun keduanya bisa dibedakan mana gumoh mana muntah agar kita bisa menindaklanjuti secara teliti.

Keluarnya cairan kental yang mirip dengan susu dari mulut bayi kurang lebih 10 ml di sebut gumoh biasannya ia kelur setelah beberapa menit kita menyusuinya. Keluarnya tanpa ada kontraksi dari otot dinding perut.

Gumoh ini kerap terjadi pada usia bayi hitungan minggu karena proses yang alami saat ia mencoba menelan ASI. Penyebabnya bisa bermacam-macam yakni terlalu banyaknya ia mengkonsumsi ASI, tertelannya uda ra saat menyusu, bahkan karena memang bagian lambung dengan klep penutup yang belum “matang” atau sempurna atau gagalnya menelan karena otot penghubung kerongkongan dan mulut belum benar-benar “matang”.

Kejadian gumoh ini lebih sering dialami oleh bayi-bayi yang lahir secara prematur dan seiring berjalannya waktu gumoh ini akan berhenti dengan sendirinya. Cara mengatasi gumoh ini kita bisa menyendawakannya setiap kali kita selesai memberi ASI agar udara yang bersarang pada kerongkongan dan sekitarnya keluar dengan lepas.

Apa itu muntah? sama pengertiannya seperti gumoh namun volume cairan yang dikeluarkan saat muntah lebih banyak dibanding gumoh.

Biasanya muntah terjadi karena beberapa hal yang membuatnya perut dan rasa di kerongkongan tak enak dikeluarkan dari perut bayi dengan cara disemburkan bersama dengan kontraksi otot perut.

Hal ini terjadi pada bayi berusia diatas dua tahun apa lagi jika bayi telah di perkenalkan makanan pendamping saat berusia enam bulan. Jika kita terlalu banyak memberikan makanan berikut ASI setelahnya makan muntah pun bisa terjadi akibat kekenyangan.

Apalagi penyebab muntah? menurut ahli kedokteran muntah bisa terjadi karena adanya gangguan sistem fungsi pencernaan bayi entah itu karena ada kelainan pada usus 12 jari, penyempitan pada pintu masuk lambung atau adanya sumbatan di usus.

Selain itu adanya infeksi luka di tenggorokan bisa memicu terjadinya muntah, batuk, bahkan alergi susu sapi. Muntah juga bisa dikeluarkan melalui lubang hidung karena mulut sang bayi tidak terbuka dengan lebar bahkan sudah terlalu banyak genangan di perut singgah di kerongkongan namun mulut terbuka dengan kecil.

Jika muntah sudah tidak lazim dengan warna hijau dan bercak darah maka kita harus membawa si kecil ke dokter.

Baca juga:

https://olalababies.wordpress.com/2013/03/13/6-penyakit-ditahun-pertama-kehidupan-bayi/

https://olalababies.wordpress.com/2013/03/08/mengenali-bayi-jika-menangis/

https://olalababies.wordpress.com/2013/03/01/dot-bayi-menjadi-sumber-kuman-dan-jamur/

 

 

From → Bayi, Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: