Skip to content

Back To Nature

May 14, 2014
efb5f49913bcf0f2eba4947b7fcce00c

cara menggendong benar klik here

fbadb0daf63a8c1f6df056f2c7eb6350

cara menggendong benar klik here

Apa yang kita pikirkan saat menggendong? kain, bayi, posisi?. Buat saya posisi menggendong hal terpenting dalam membawa bayi karena posisi bisa menentukan nyaman atau tidaknya sang bayi bahkan anak.

Jika kita mengingat ibu-ibu jaman dahulu posisi menggendong ya menghadapkan bayi di dada ibunya seperti dipeluk jika menggendong pada bagian belakang sang bayi akan memeluk punggung sang penggendong.

Karena dengan posisi bayi akan fokus pada kita, suara kita, gerakan tubuh kita hingga mimik wajah kita. Kefokusan sangat diperlukan sejak bayi dan harus dilatih sejak dini. Salah satunya dalam menggendong.

Bagaimana dengan media yang digunakan?. Jika emak-emak zaman dahulu cukup dengan seuntai tali atau kain usang sekarang banyak sekali model kain untuk menggendong dari mulai bermodel kanguru hingga seperti tas backpacker dengan instruksi bagaimana cara menggendong dengan media tersebut.

Contohnya menggendong dengan menghadapkan bayi kedepan (wajah membelakangi penggendong) merupakan salah satu cara yang salah dalam membawa bayi sebab banyak faktor lain yang bisa mengganggu bayi. Seperti kosentrasi, kaki bayi, pinggul dan punggung bayi biasa terganggu.

Seperti dalam pembahasan sebelumnya bayi tidak akan bisa berkosentrasi bila dihadapannya banyak orang berlalu lalang dan melihat banyak wajah di hadapannya. Sedangkan kaki dan pinggul bayi butuh penopang dan sangkutan agar kaki tidak bergelayut dan pinggulnya lepas tanpa penyokong (jika digendong biasa penyokongnya adalah pinggul kita).

Bagian punggunya akan mudah tegang dan lelah sebab akan sulit bersandar dengan kita sementara organ bagian perut kebawah bergelayut tanpa penyokong. Cara nenek moyang kita merupakan cara yang aman hingga bisa mencetak generasi-generasi handal hanya dengan menggendongnya sebab cara tersebut melatih bagaimana anak bisa fokus terhadap sekelilingnya. Sudah selayaknya kita tetap mengikuti cara yang sama.

klik here

cara menggendong salah klik here

From → Artikel, Refrensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: