Skip to content

Seberapa Besar Keyakinan Kita?

February 11, 2014
8195fcadeebe8ffd156c1cde611ff8ec

dengan keyakinan dan usaha pastinya kita bisa melewati masa dimana ASI lah penyebabnya dan solusinya.

Beberapa minggu lalu saya sempat berkunjung ke rumah teman yang baru saja melahirkan, melihat bayi mungil langsung saya sambar perlahan dari gendongan ibunya.

Senangnya memperhatikan gerak-gerik lambat sang bayi mulai dari bibir hingga jemari kakinya.

Sambil menimang tentunya ngobrol ngalor ngidul jadi bumbu ibu-ibu saat kumpul tentang pesalinan hingga ASI pastinya.

Kisahnya makin seru didengar saat ia melaksanakan persalinan hingga pertama kali mengeluarkan ASInya, di pertengahan saya bertanya “lalu si dede konsumsi apa sekarang?”.

Ia langsung menjawab ASI. “Tapi, campur susu formula soalnya kalo gue liat anak gue kurang kolo cuma minum ASI aja. Nangis terus bok dia, jandinya mau gak mau gue oplos sama sufor”. celotehnya panjang lebar.

“bok, loe yang gak tahan dan gak tega karena tangisan si jabang bayi apa memang merasa pasokan ASI loe  kurang?” tanya saya. “kalo anak gue nangis berarti kurang dong kan gue dah kasi cuma setelahnya selalu nangis terus” jawabnya.

Clep saya langsung diam, karena ini masalah keyakinan seorang ibu saja ia mampu atau tidak menangani kondisi seperti ini. Lantas saya ingat pada obrolan ini tentang pemberian ASI pada sebuah forum bahkan pengalaman pribadi bahwa kemampuan seorang ibu saat menyusui terletak pada sebuah tangisan bayi.

Rata-rata bercerita tentang tangisan dan ASI masing-masing, memang jika ibunya tidak kuat maka sang bayi akan diopos dengan sufor. Bagi ibu yang benar-benar yakin dan tangguh akan usahanya ia tak akan pernah goyah untuk mengopos bayinya dengan susu formula karena semua ibu bahkan semua wanita akan memiliki kapasitas ASI yang sama banyaknya meski volume payudaranya kecil.

Semua tergantung seberapa besar ia bisa menyusui bayinya bagaimanapun kondisinya karena dengan keyakinan BISA kita akan BISA memberikan yang terbaik untuk buah hati kita.

Jadi seberapa besar keyakinan kita?

Baca juga:

menyusui diantara niat pesimis dan malas

sudah siapkah meninggalkan sikecil bekerja

bangga akan asi

percaya mitos atau kurang pengetahuan part 1

From → Artikel, Refrensi

One Comment

Trackbacks & Pingbacks

  1. Mencontoh Cara Sehat Mereka | olalababies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: