Skip to content

10 Langkah Keberhasilan Menyusui

December 5, 2013

SE-10LMKM1_Page_1

Dalam sebuah surat edaran yang dilayangkan oleh Menteri kesehatan dr. Endang Rahayi Sedyaningsih, MPH, Dr.PH menyatakan bahwa ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi dibandingkan dengan apapun bentuk makanan lainnya termasuk susu formula.

Hal ini telah dituangkan dalam pasal 128 Undang-Undang No. 36 th. 2009 mengenai hak bayi untuk mendapatkan ASI secara eksklusif sejak lahir hingga enam bulan dan dapat di lanjutkan hingga dua tahun lamanya.

Dalam Undang-Undang tersebut pemerintah juga menetapkan program 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM) bahkan didukung sepenuhnya oleh keputusan Menteri Kesehatan 450/Menkes/SK/IV/2004.

Dalam surat ini pemerintah benar-benar menekan, menganjurkan kepada seluruh pihak untuk mendukung 10 LMKM baik dari pihak Ibu pribadi, Suami, keluarga, Rumah Sakit, perusahaan, instansi terkait dan orang-orang terdekat. Lalu seperti apa sih 10 LMKM itu? berikut isinya:

SE-10LMKM1_Page_2

SEPULUH LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN MENYUSUI (10 LMKM)

1. Fasilitas pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan Peningkatan Air Susu Ibu (PP-ASI) tertulis  yang secara rutin dikomunikasikan kepada semua petugas kesehatan.

2. Melakukan pelatihan bagi petugas kesehatan dalam hal pengetahuan dan keterampilan untuk menerapkan kebijaksanaan tersebut.

3. Menjelaskan kepada semua ibu hamil tentang manfaat menyusui dan penatalaksanaannya dimulai sejak kehamilan, masa bayi lahir sampai anak umur 2 (dua) tahun termasuk cara mengatasi kesulitan menyusui.

4. Membantu ibu mulai menyusui bayinya dalam 60 menit setelah melahirkan, yang dilakukan di ruang bersalin. Apabila ibu mendapatkan operasi caesar, bayi disusui setelah 30 menit ibu sadar.

5. Membantu ibu bagaimana cara menyusui yang benar dan cara mempertahankan menyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis.

6. Tidak memberikan makanan atau minuman apapun selain ASI kepada bayi baru lahir.

7. Melaksanakan rawat gabung dengan engupayakan ibu bersama bayi 24 jam sehari.

8. Membantu ibu menyusui semau bayi, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui.

9. Tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi yang diberi ASI

10. Mengupayakan terbentuknya Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) dan rujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari rumah sakit / rumah bersalin / fasilitas pelayan kesehatan.

Nah, sekarang sudah tahukan isi dari 10 LMKM meski kita saat ini tidak menyusui kita juga patut mendukung ibu menyusui kapan dan dimana pun kita berada. Mari lihat sekitar kita dan dukung ibu menyusui.

Sumber :

http://gizi.depkes.go.id/kebijakan-gizi/download/SE-10LMKM.pdf

From → ASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: