Skip to content

ASI Takkan Tergantikan

September 23, 2013
IMG00645-20130110-1455

usia balita 15 bulan sudah bisa mengenali rasa ASI hingga kita sulit menggantikannya dengan sufor. ASI memang is the best

29 Agustus lalu, stock ASI dalam freezer resmi habis total dan hanya tersisa tiga botol untuk hari itu saja. Pada usia balita 16 bulan ini saya masih bertahan memberikan ASI pada buah hati saya.

Namun tepat tanggal 30 Agustus lalu saya resmi memberikan ASI padanya dengan sistem kejar tayang. Dalam sehari saya bisa menghasilkan ASI perahan 2-3 botol per 100ml dan langsung digunakan pada hari berikutnya.

Memang sejak balita saya mulai tumbuh gigi, nafsu makan yang ia miliki berkurang sehingga ia hanya ingin mengkonsumsi ASI saja. Tak heran jika stok ASI cepat habis sebab dalam satu hari ia bisa mengkonsumsi enam botol ASI per 100ml. Tidak seperti biasanya, diusia satu tahun ia hanya mengkonsumsi 3-4 botol ASI sejak mulai makan.

Alamak dari sini saya mulai kelimpungan, makanan yang saya konsumsi benar-benar streng tidak akan absen soal buah dan sayuran, namun balita saya memang kuat dalam mengkonsumsi ASI. Saya khawatir jika gizi yang dikonsumsi kurang dari susunya. Hingga saya mencoba memberikan susu formula yang dianjurkan oleh beberapa orang berpengalaman.

Sufor keluaran morinaga saya mulai berikan pada balita saya. Saya coba sesuai anjuran yang diberikan oleh petugas dan si mbak spg morinaga, dan apa yang terjadi?. Hari pertama saya berikan, jelas-jelas ia menolak keras, sekali minum ia mulai mengeluarkan suara ingin muntah, kemudian saya lanjutkan ia benar-benar muntah.

Hasilnya menolak. Minggu berikutnya saya coba merk lain, saya coba sufor free sugar yang harganya lumayan mahal. Hasilnya tetap sama ia menolak meski diberikan sebagai tambahan ASI saat saya bekerja. Dua kali saya coba sufor yang berbeda. Dan yang ketiga kalinya saya coba susu yang banyak digemari oleh ibu-ibu karena murah dengan kardus berwarna kuning. Dan hasilnya tetap MENOLAK dengan gelengan kepala saat melihat warna susu yang berbeda.

Ia tetap memilih ASI, rasa ASI sudah bisa dikenalinya dan hanya ASI yang ia mau. Dengan begini saya mulai menyiasati dengan memberikan buah sebagai cemilan seperti jeruk, pisang, semangka, melon, wortel, brokoli. Tanpa menggelengkan kepala ia langsung mencari sendiri stok buah di dalam kulkas.

Jadi hingga usia 16 bulan ini ia hanya mengkonsumsi ASI dan makanan utama seperti nasi lembek dan lauk pauk setara buah dan sayuran. Dengan begini saya yakin bahwa gizi yang ia peroleh dari makanan sehari-hari, buah dan sayuran. Karena Sufor belum tentu bisa menggantikan gizi tersebut. Saya yakin selama 12 jam saya tinggal 3 botol ASI cukup untuknya dan ditambah buah sebagai cemilan. Karena setelah saya pulang kerja, saya memberikan ASI secara langsung / menyusui.

Baca juga:

asi yang bersemi

sulis 29th asi is the best

mahalnya sufor hingga ibu rela berhenti bekerja

menyusui diantara niat pesimis dan malas

From → ASI

2 Comments
  1. hallo mbak..
    semangat..seperti saya sekarang, kejar tayang…tiap hari 300 ml untuk saat ditinggal kerja…

Trackbacks & Pingbacks

  1. Saya Bangga Dengan ASI | olalababies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: