Skip to content

Mahalnya Sufor Hingga Ibu Rela Berhenti Bekerja

April 8, 2013
sumber ilustrasi parenttime

sumber ilustrasi parenttime

Ini merupakan sebagian dari kisah hidup. Antara ibu dan bayi bukan klise namun nyata.

Bagi Ibu yang bekerja dimanapun baik yang memiliki penghasilan kecil, sedang bahkan besar kita harus tetap belajar dari pengalaman ini.

Dikawasan cakung-cilincing (Cacing) tepatnya di sebuah pabrik besar KBN rata-rata yang bekerja si sana adalah wanita.

Mereka bekerja dengan gigih meski dengan pendapatannya minim.

Bekerja di sebuah pabrik yang terlihat sibuk sangatlah sulit bagi ibu menyusui apalagi ibu yang sedang mengandung.

Dalam peraturan bekerja seorang karyawan tidak boleh izin meninggalkan line hingga 15-30 menit lamanya terkecuali buang air.

Pada waktu istirahat haruslah dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Bagi ibu menyusui pada saat bekerja akan membutuhkan waktu untuk memompa ASI seminimalnya 15 menit.

Tapi menggunakan waktu ini tidaklah diperbolehkan karena akan memperlambat pekerjaan.

Hal ini terjadi pada seorang ibu yang baru saja menyelesaikan cuti hamilnya selama 3 bulan. Ia kembali masuk bekerja dengan harapan tetap bisa memberikan ASI pada anaknya.

Tapi apa yang terjadi, meski ia berusaha namun kondisi tidak mengizinkannya. Ia pernah mengatakan pada atasannya untuk izin selama beberapa menit guna memompa ASI tapi tidak diizinkan.

Yang pasti penggunaan waktu tidak diizinkan dan sarana laktasi pun tidak ada, jadi meski beberapa kali ia pernah memompa ASI dalam toilet.

Hal seperti ini akhirnya menjadi delima bagi ibu yang menyusui. Akhirnya ia memilih untuk berhenti bekerja dan memberikan ASI eksklusif bagi bayinya agar tetap sehat.

Karena dengan penghasilannya yang minim ia tidak mampu membeli susu formula (sufor) meski penghasilan itu telah digabung bersama suaminya. Dan ia khawatir bayinya tidak sekuat seperti anak ASI jika mengkonsumsi sufor.

Ibu ini tetap yakin bahwa rezeki yang ia cari tidak harus bekerja di sebuah perusahaan tempat ia bekerja. Dan berdagang merupakan pekerjaan yang lebih efisien tetap bisa memberikan ASI pada anak dan mengurus suaminya.

From → Komunitas ASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: