Skip to content

6 Penyakit diTahun Pertama Kehidupan Bayi

March 13, 2013
sumber ilustrasi bossip

sumber ilustrasi bossip

Ditahun pertama kehidupan seorang bayi sangat mungkin memiliki beberapa penyakit yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Namun dengan sedikit banyak membaca kita bisa tau penyakit apa saja yang biasa diderita seorang bayi.

Ini bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh seorang bayi kurang optimal sehingga mereka akan rentan terhadap beberapa penyakit. Ada enam penyakit yang sering dialami bayi di bawah usia satu tahun diantaranya:

Sembelit
Sembelit merupakan sulitnya buang air besar pada bayi dan anak-anak dan kondisi ini sangat umum terjadi. Kondosi ini dapat mempengaruhi 30% bayi dan anak-anak pada usia tertentu. Karena bayi belum memiliki jadwal buang air besar.

Dan pola ini bisa ketahui dari apa yang mereka makan  seberapa aktif bayi dan seberapa cepat mereka mencerna makanan.

Namun sebagai orang tua kita bisa mengatur dan memberikan makanan yang tidak menyebabkan mereka sulit buang air besar dan kita bisa menjadwalkan pola makan untuk sang bayi.

Indikasi seorang bayi mengalami sembelit bisa kita perhatikan dengan frekuensi buang air 1-3 hari bahkan 5 hari. Feses ini akan keras dan terlihat kering.

Bagi bayi berumur 1-6 bulan sembelit ini bisa terjadi hingga 5  hari dan cara menangganinya dengan memberikan air putih dan terus memberikan ASI. Bila bayi diatas 6 bulan bisa diatasi dengan berpola makan yang berserat.

Batuk dan dingin
Hampir semua bayi mengalami kondisi batuk dan kedinginan  pada tahun pertama mereka. Diperkirakan ada ratusan virus yang bisa menyebabkan pilek, dan bayi biasanya memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang.

Selain itu, bayi sering memasukkan tangan atau benda lain ke dalam mulut mereka dan mikroorganisme penyebab masuk ke tubuh bayi. Pada umumnya bayi akan mengalami batuk pilek pada musimnya.

Dan jika tinggak dengan beberapa orang dalam rumah maka akan mudah tertular karena virus mudah menyebar dari satu orang ke orang lain. Rata-rata batuk pilek ini akan dialami 10-60 kali dalam setahun.

Bayi yang kedinginan  akan disertai dengan hidung meler, sesak napas, bersin, demam rendah atau batuk. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari 10 hari, Anda harus berkonsultasi dengan dokter.

Ruam popok
Kita tau bahwa setiap bayi membutuhkan popok dan menggunakannya dan semua bayi menggunakan popok. Hampir semua bayi yang mengenakan popok akan mengalami ruam popok , sekitar satu dari empat bayi mengalami ruam popok dalam empat minggu pertama mereka.

Ruam popok bisa terjadi jika bayi menggunakan popok kotor terlalu lama atau bayi memiliki kulit yang sensitif. Kondisi ini akan ditandai dengan kulit merah, kasar dan menyakitkan.

Hal ini terjadi karena popok tidak bisa menyerap semua urin bayi, sehingga urin dicampur dengan bakteri dalam jangka panjang dapat menyebabkan ruam popok.

Diare
Diare bisa terjadi oleh orang dewasa bahkan anak-anak dan bayi. Diare dapat berlangsung selama beberapa hari, dan kadang-kadang disertai dengan nyeri kram. Sebagian besar kasus diare pada bayi disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Diare yang disebabkan oleh infeksi virus dapat disertai dengan muntah, sakit perut, demam, menggigil, dan nyeri. Sementara diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri disertai dengan kram, darah pada demam, tinja dan muntah. Tapi diare juga dapat disebabkan oleh alergi makanan dan reaksi obat antibiotik.

Infeksi telinga
Secara fisik, bayi rentan terhadap infeksi telinga. Hal ini dipengaruhi oleh ruang kecil di belakang gendang telinga yang terhubung ke bagian belakang tenggorokan oleh saluran kecil yang disebut tabung Eustachio.

Apa pun yang dapat mengganggu fungsi dari tabung ini seperti pilek atau alergi dapat meningkatkan risiko alergi. Hal ini karena tabung Eustachian pada bayi cukup rata.

Gejala infeksi telinga pada bayi, suatu perubahan mendadak dalam perilaku (menangis dan mudah tersinggung), bayi sering menarik atau menggosok telinganya, demam, merasa mual, muntah dan kadang-kadang disertai diare.

Muntahan atau Gumoh
Bayi biasanya akan muntah lebih sering jika mereka diperkenalkan dengan beberapa makanan baru atau jika mereka makan terlalu banyak. Penyebab lain yang mungkin adalah alergi,  terlalu kuat saat batuk atau menangis.

Muntah yang umumnya terjadi pada bayi tidak berbahaya, selama kondisi ini tidak terus-menerus. Jika terus menerus, itu bisa menjadi tanda penyakit seperti gastroenteritis, infeksi saluran kemih, infeksi telinga atau sesuatu yang lain yang lebih serius.

Lebih baik kita mengetahui dari pada mengobati dengan sedikit pengetahuan kita tau apa manfaatnya. So terus cari tahu.

From → Bayi, Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: