Skip to content

Dot Bayi Menjadi Sumber Kuman dan Jamur

March 1, 2013
sumber ilustrasi growing YB

sumber ilustrasi growing YB

Saat kita memberikan ASI pada sang bayi dalam jangka waktu 30 hingga 60 menit kita bisa memperkirakan bahwa ia sudah kenyang.

Namun setelah terlepas dari dekapan kita sang bayi menangis dan ingin terus menyusu. Jika kita berikan ASI lagi dikhawatirkan akan gumoh maka dengan alternatif lain kita berikan dot agar ia tetap bisa menggerakkan lidah dan bibirnya sama seperti menyusu.

Dot?

Sebuah penelitian AS menunjukkan bahwa dot bayi merupakan lahan  subur untuk pertumbuhan bakteri dan jamur yang bisa berbahaya.

Kuman yang dapat tumbuh di sana juga cukup beragam, mulai dari Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumonia, sampai jamur.

Dot bayi yang terpapar bakteri brins biofil, merupakan lapisan bakteri yang mengubah keseimbangan mikroba di mulut bayi dan sangat resisten terhadap antibiotik.

Biofilm ini dapat menyebabkan infeksi telinga dan penyakit lainnya di masa depan.

Namun, penelitian dalam skala kecil dilakukan oleh para peneliti mempelajari 10 dot yang dimiliki oleh bayi sehat dan 7 dot baru.

Dan penelitian menunjukkan lebih dari 40 jenis bakteri pada dot yang dimiliki bayi yang sehat. Lima terkontaminasi dengan Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumonia dan jamur.

Tapi kita tidak perlu panik dulu. Untuk menghindari efek buruk dari kuman pada bayi, dot harus selalu dicuci setelah meninggalkan mulut bayi. Gunakan sabun pencuci peralatan khusus untuk bayi dengan air bersih, sterilkan dengan air panas 70-80°C kemudian biarkan udara kering.

Dalam jangka waktu 1 -2 minggu pemakaian dot harus benar-benar dibersihkan dot bisa direndam dalam larutan baking soda dan air. Simpan dalam wadah plastik, dan bersihkan dengan lap kering atau keringkan di udara.

Membersihkan secara teratur akan mencegah lapisan biofilm pada dot. Hal ini akan menjaga kebersihan mulut bayi.

Menurut Dr Bruce Hirsch dari North Shore University Hospital di Manhasset, New York bahwa bakteri dalam dot tidak selalu memberikan efek buruk.

Bahkan dot bisa memberikan kebaikan bagi bayi karena beberapa bakteri di masa kecil bisa membantu mengembangkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi.

Jadi tidak semua fungsi bakteri buruk bukan?

dikutip dari NY Daily News

From → Bayi, Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: