Skip to content

Menjadi Ibu Cerdas

February 14, 2013

menjadi ibu cerdas

Seorang ibu yang kesehariannya bekerja full time di luar rumah ia akan memikirkan kesehatan bayinya, keselamatan dan asupan yang ia konsumsi. Tiga bulan setelah melahirkan ibu akan kembali bekerja entah di sebuah kantor besar, ternama, di pabrik bahkan di pasar ia tetap memikirkan sang bayi.

Tiga bulan pula sang bayi diberikan ASI oleh ibu, bermula diusia bayinya beberapa hari dengan postur yang masih ringkih sang ibu memberikan  dengan susu yang ia miliki dan tak ada makanan lain selain ASI.

Hari demi hari disusuinya sang bayi hingga tubuhnya mulai berisi, gembil bahkan gemuk dan gempal. Tak ada memang yang bisa menyaingi keberadaan ASI bahkan susu formula sekalipun karena kandungan dalam susu formula tidak sama dengan ASI.

Menghitung kebutuhan sehari-hari merupakan kewajiban seorang ibu mulai dari belanja hingga menghitung kebutuhan sekolah.

Pengeluaran terbesar setelah melahirkan adalah membeli kebutuhan seorang bayi entah itu pakaian, bedak, sabun, popok, jika memang memakai susu formula tentunya akan lebih besar pengeluarannya.

Harga satu kaleng susu formula termurah dikirasan 50-70 ribu rupiah dan termahal sekitar 200 ribu untuk bayi yang masih di bawah 6 bulan. Bila bayi dalam satu bulan mengkonsumsi 6-7 kaleng susu yang termurah pengeluaran akan bertambah sekitar 300-500 ribu rupiah perbulan.

Bagaimana jika bayi tidak bisa mengkonsumsi susu yang murah hingga mengalami alergi? Ibu pasti akan menggantikan dengan susu formula lainnya yang harganya lebih mahal dengan alasan “jika sudah cocok apa boleh buat”.

Bila mau diminimalisasikan pengeluaran untuk susu formula jelas tidak akan bisa sebab untuk kesehatan bayi juga.

Jika ibu memang benar benar ingin meminimalkan pengeluaran susu formula bisa saja, langsung delete pengeluaran susu formula sebesar 500 ribu rupiah bahkan 1 juta rupiah lebih dengan menggunakan produk susu ibu berupa ASI.

Pengeluaran 500 ribu – 2 juta rupiah bisa digunakan sebagai tabungan bayi dimasa yang akan datang dan masa depannya kelak. Dengan ASI memang  irit.

Tetaplah gunakan ASI karena dengan ASI ibu dan bayi bisa sehat karena bayi akan memiliki sistem imun yang kebal dan untuk ibu akan terhindar dari kanker payudara serta mengembalikan rahim kebentuk semula dan masih banyak manfaat lainnya.

Atur jadwal untuk memerah dan jadikan jadwal tersebut sebagai manajemen ASI yang konsisten dengan begitu bayi akan tetap terpenuhi kebutuhannya dengan ASI bukan dengan susu formula.

Tetaplah berikan ASI kepada bayi  jangan dengan susu formula dan jadilah ibu yang sehat dan cerdas perhitungkan keuangan, kebutuhan dan kesehatan bayi. Dan tetaplah berjuang untuk bayi dengan ASI.

From → Artikel, Refrensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: