Skip to content

Sepintas Tentang Bilirubin

January 23, 2013
Jaundice

Jaundice

Apa itu bilirubin? bilirubin merupakan senyawa hasil pemecahan sel darah merah yang dikeluarkan melalui plasenta.

Orang mengenal istilah bilirubin  dengan kuning atau jaundice  yang umumnya bisa terjadi 60% pada bayi yang baru lahir.

Bilirubin ini harus dikeluarkan sendiri oleh sang bayi berupa kencing dan buang air besar jika tidak bilirubin nantinya akan menumpuk dan bisa mengakibatkan hiperbilirubin. 

Penumpukan bilirubin ini bisa disebut dengan ikterus neonatus yang ditandai dengan semburat berwarna kuning terlihat pada putih mata (sklera), kulit, gusi berwarna kuning dan air kencingnya berwarna kuning pekat. Aktivitas bayi pun cenderung diam,

kurang aktif menyusu, rewel, mengantuk, dan lemas. Dan bayi bisa dikatakan kuning bila dalam usia kurang dari 24 jam memiliki kadar bilirubin 12mg/dl dan bisa dikatakan normal pula jika sudah berusia 3 hari dengan kadar bilirubin yang sama.

70% dari hiperbilirubin ini sebenarnya tidak berbahaya akan tetapi bila kadar hiperbilirubin yang tinggi bisa mengakibatkan kerusakan otak. Jika bayi memiliki hiperbilirubin yang tinggi bisa ditandai dengan tidur terus menerus, mengantuk terus menerus, tidak dapat menghisap, mata berputar kearah atas terus dan badannya melengkung.

Hiperbilirubin ini ada dua jenis yaitu ikterus neonatus fisiologis dengan faktor fisiologi yang sering dialami bayi baru lahir dengan umur 2-4 hari dan akan pulih pada usia bayi 7 hari.

Penyebabnya adalah karena fungsi hati yang belum matang untuk memproses bilirubin dengan hati yang sudah sempurna agar makanan yang dicerna dalam usus bisa keluar berupa fesesnya.

ikterus neonatus patalogis penyebabnya dari patalogis ini karena infeksi dan virus hepatitis, toksoplasma, sifilis, atau malaria. Gejala ini disertai demam, berat badan tidak bertambah dan kadar bilirubinnya melebihi 15mg/dl selama 14 hari.

Hiperbilirubin yang tinggi bisa menyebabkan bayi kejang-kejang hingga menyebabkan kematian dalam jangka pendek dan mengakibatkan kelumpuhan otak karena luka (cerebral palsy) fungsi syaraf tidak berfungsi dengan normal dari susunan syaraf pusatnya.

skema bilirubin

skema bilirubin

Penyebab terjadinya bilirubin

  1. Bayi lahir prematur, biasanya belum bisa mengakses bilirubinnya karena waktu lahirnya terlalu cepat dan penangganannya harus cepat agar kadar bilirubinnya tidak tinggi dan agar tidak terjadi komplikasi lainnya.
  2. Bayi kekurangan cairan akibat belum bisa menyusu sendiri ini akan terjadi pada usia bayi 3-5 hari dan bilirubin akan meningkat setelah 3-12 hari.
  3. Bayi yang memiliki jenis darah yang berbeda oleh ibunya ini sering terjadi bila bayi terlahir memiliki golongan darah B sebsb ibi bisa memproduksi antibodi yang bisa menghancurkan sel darah merah sang bayi hingga bisa meningkatkan kadar bilirubin pada bayi
  4. Bayi memiliki kelainan hati yang tidak bisa memecahkan sel darah merah.
Terapi sinar biru dalam boks

Terapi sinar biru dalam boks

Cara mengatasi bilirubin

  1. Menjemur bayi di bawah sinar matahari dengan cara membolak-balikkan tubuhnya, sinar matahari yang baik untuk menjemur bayi mulai pukul 07.00-09.00 WIB. Akan tetapi dengan metode ini kadar bilirubin bayi tidak bisa turun dengan cepat.
  2. Memberikan ASI, berikan ASI secara terus menerus karena bilirubin bisa pecah dan terbawa bersama feses untuk melancarkan pencernaannya juga.
  3. Pemberian obat, yang sesuai dengan anjuran dokter dan pengawasan dokter saat bayi dalam box penyinaran berupa phenobarbital atau luminal untuk meningkatkan sel-sel hati dan obat yang mengandung plasma atau albumin untuk mengurangi timbunan bilirubin.
  4. Transfusi darah, bila kadar bilirubin mencapai 200mg/dl harus diberikan transfusi darah untuk bayi agar tidak menimbulkan kerusakan pada sel darah merah.
  5. terapi biliblanket  dengan selimut yang mengandung serat optik dan sinar biru

    terapi biliblanket dengan selimut yang mengandung serat optik dan sinar biru

    Sinar biru, Biasanya dilakukan saat bayi berusia 2 hari saat kadar bilirubinnya sudah mencapai 15mg/dl karena sinar biru ini berfungsi untuk melarutkan bilirubin dalam air sehingga bisa dikeluarkan oleh bayi. Lamanya terapi ini tergantung dari banyaknya bilirubin yang menumpuk pada bayi. Jika kadar bilirubin mencapai 12-15mg/dl penyinaran dilakukan selama 2 hari, namun jika kadarnya mencapai 15-18 mg/dl maka dilakukan hingga 3 hari. Rata-rata waktu penyinaran ini bisa mencapai 2-4 hari.  Dengan cara meletakkan bayi dalam boks bersinar dengan jarak 10-23 cm. Mata bayi haruslah tertutup agar retinanya aman dengan menggunakan kaca mata khusus atau kain. Dan bayi harus sering-sering diberikan ASI untuk melancarkan pencernaannya. Biliblanket,  masih jarang digunakan terapi dengan menggunakan selimut yang mengandung serat optik dan sinar biru. Selimut ini akan membungkus tubuh bayi sehingga mempermudah ibu untuk tetap memeluknya dan memberikan ASI.

From → Bayi, Kesehatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: