Skip to content

PENTINGNYA DUKUNGAN ASI EKSKLUSIF UNTUK SANG BUNDA

January 21, 2013

Banyak cerita dari bunda yang sedang memberikan ASI eksklusif bagi bayinya bahagia hingga lelah semua dirasakannya.

Suatu ketika di sebuah perusahaan ada dua orang ibu yang baru saja melahirkan, kedua ibu tersebut memberikan ASI eksklusif bagi bayinya.

Ibu A memberikan ASInya setelah bayinya lahir dan ASI si ibu A ini pun mengalir dengan derasnya. Sedangkan ibu B memberikan ASInya setelah bayinya lahir pula namun dibantu oleh susu formula selama dua hari ia berada di rumah sakit, ini dikarenakan belum lancarnya ASI yang keluar dari ibu B.

Setelah pulang dari rumah bersalin si ibu B tidak memberikan susu formula kepada bayinya meski si bayi menangis terus menerus.

Tidak tega memang melihat dan mendengar tangisan bayi yang kehausan tapi demi kesehatannya pula sang ibu B tetap berjuang memberikan ASInya yang masih sedikit kepada bayinya.

Sang ayah bayi pun tidak gentar mendengar tangisan bayinya yang meraung-raung kehausan. Ia terus memberikan dukungan penuh kepada istrinya agar tetap bersabar memberikan ASI yang masih se-tetes dua tetes kepada bayinya. Dua hari menjelang ASI ibu B keluar dengan derasnya. Berkat usaha ibu dan bayi yang saling bekerja sama ASI pun keluar dengan lancar.

Tiga bulan menyusui rasanya belum cukup untuk bekal sang bayi karena ASI yang ia minum haruslah memenuhi standar waktu minimal ASI eksklusif adalah enam bulan. Tiga bulan pula habis masa cuti bagi ibu A dan ibu B saatnya mereka bekerja keras dan berjuang untuk mendapatkan ASIP demi buah hati mereka masing-masing.

Dua minggu pertama kedua ibu tersebut mendapatkan enam botol dalam sehari selama dua minggu. Ibu A menggunakan metode pemerahan waktu payudara penuh dan kencang sedangkan ibu B menggunakan metode management ASIP setiap dua sampai tiga jam langsung perah sehingga ASI yang didapat ibu B tetap stabil.

Satu bulan berlalu, produksi ASI ibu A menurun sehingga ibu A memberikan susu formula pada bayinya selama ia bekerja saat usia bayinya masih tiga bulan. Sedangkan ibu B tetap memberikan bayinya ASIP selama ia bekerja. Sampai usia bayinya delapan bulan ibu B terus memberikan ASIP dan makanan pendamping ASI (PASI) setelah usia bayi enam bulan.

Ibu B bercita-cita memberikan ASI kepada bayinya hingga dua tahun, betapa mulianya cita-cita sang ibu demi kesehatan dan kecerdasan bayinya dan cita-cita ibu B sangat didukung oleh orang-orang yang berada di sekelilingnya terutama sang suami yang tak pernah berhenti memberikan dukungan untuk istrinya demi masa depan sang buah hati tercinta.

Memberikan ASI memang membutuhkan ketelatenan dalam memerahnya, membutuhkan kerajinan dan dukungan penuh untuk sang ibu agar tetap semangat. Sebab semakin lama ibu memberikan ASI kepada bayinya maka semakin sehat pula bayi ibu.

Enam bulan ibu memberikan ASI memang cukup, Dua belas bulan ibu memberikan ASI dinilai baik, Delapan belas bulan ibu memberikan ASIP sangatlah baik tapi jika ibu memberikan ASI selama dua puluh empat bulan sangatlah sempurna. Teruslah berjuang memberikan ASI kepada buah hati tercinta agar tumbuh sehat, kuat dan cerdas sebab semua dari ibu dan untuk ibu untuk masa yang akan datang.

cerita seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya.

From → Komunitas ASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: